"Kapan Nikah"
Oke
guys kembali lagi bersama saya malik, dalam pertanyaan-pertanyaan kemaren saya
dapat masukan tentang artikel yang saya buat bahwa sumbernya belum jelas atau
kurang detail karena begitu singkat, dan Karena itu saya akan membuat sejelas-jelasnya
jawaban dari pertanyaan yang berikutnya.
Langsung saja pertanyaan selanjutnya ini sangat menarik
dan saya sempai kaget dengan pertanyaan ini, tapi kenapa saya harus menjawab
karena dia(penanya) menjelaskan bahwa ini penting karena banyak di luar sana
yang membutuhkan saran atau jawaban dari pertanyaan berikut ini.
Dan apa itu pertanyaanya..?
“Kapan
Nikah?”
Kaget kan… , saya gak kepikiran
bahwa pertanyaan dalam hidup yang membingungkan seperti ini, tapi tanpa kita
sadari bahwa seorang yang sudah siap menikah dan sudah waktunya menikah akan di
tanya dan pertanyaan itu yang akan berulang-ulang kali kita dengar dari mulut
orang-orang yang tidak merasa berdosa seakan dia memojokan dengan pertanyaan
sepeti itu hehehe…
Oke guys kita akan
menjawab semua pertanyaan-pertanyaan orang-orang yang tidak merasa berdosa itu,
dan kita akan laukan pembuktian bahwa kalian yang bertanya akan menyesal dengan
pertanyaan tesebut.
Pertama
kita akan membahas waktu yang tepat dalam menikah yaitu dimana kita mampu/sanggup
untuk menikah maka menikahlah dan jangan di tunda, jika kita menundanya maka
dia akan mendapatkan dosa karena menjadi suatu kewajiban, bagi kita jika kita
mampu/sanggup dan tidak ada alasan yang jelas.
Permasalahannya banyak
di antara kita yang sudah sanggup/mampu tidak segera menikah karena alesan
pekerjaan atau karir dan kurangnya kita pengetahuan agama, maka beruntung lah
orang yang sudah siap dan sanggup untuk menikah, karena dengan menikah tanpa
kita sadari kita telah menjalankan setengah amal kebaikan dari hidup kita, jadi
cepat lah menikah jika sudah siap dan sanggup.
Itu
jika kita membahas seorang yang sudah siap dan sanggup, bagaimana orang yang sudah
waktunya tapi belum sanggup atau siap dengan alasan yang logis, Hmmm…
Maka kita di anjurkan
untuk menahan diri kita, sebab hawa nafsu akan mempermain kita untuk melakukan
hal yang buruk(mungkar), dengan itu kita menahan diri kita agar hal-hal yang
buruk tidak akan kita lakukan karena rayuan hawa nafsu, yang terkadang tidak
kita sadari bahwa kita sudah di permainkan oleh hawa nafsu kita sendiri.
Kedua
kita akan membahas tentang pasangan kita dalam menikah yaitu “yakin lah bahwa
pasangan kita akan mengikuti sesuai ahlak yang kita miliki, kita orang selalu
baik dengan sendirinya pasangan kita baik, dan kita orang yang tidak baik maka
akan mendapatkan pasangan yang seperti itu juga”
Q: “Banyak kok, gak
selalu orang baik dapat orang baik melainkan orang tidak baik?”
Kalian
harus memahamin hal tersebut, karena “sesunggunya manusia di ciptakan
berpasang-pasangan yang dimana kalian akan menjalin rasa tentram dan kasih sayang
yang demikian itu adalah tanda-tanda kebesaran tuhan”
Jadi bukan seseorang
mendapatkan pasangan yang bukan sesuai ahlaknya melaikan ada perubahan di dalam
nya yang dimana seseorang itu bisa berubah dari baik ke buruk atau sebaliknya, yang
dimana itu sebagai ujian dalam hidup kita karena untuk melihat yang benar dan
yang salah, kita bisa menjalin rasa tentram dan kasih sayang jika kita
merubahnya dengan kebaikan yang kita miliki agar orang tersebut menjadi baik
layaknya ahlak kita, sebaliknya pasangan kita berbarubah dengan baik dan kita
harus bisa menyesuaikan atau merubah menjadi orang yang benar, kalo tidak maka
akan terjadi perpecahan yang dimana pasangan kita tidak pasntas kaena berbeda
dengan ahlak kita.
Q: “Bagaimana jika
aklahnya sama tapi imannya(kepercayaan) berbeda?”
Jika kalian baca
Artikel saya sebelumnya mengenai “Iman” makan akan jelas bahwa, tidak mungkin
pasangan yang ahlaknya sama tapi tidak se-“iman”
karena
Iman adalah “dasar hal yang paling kecil dengan cikal bakal kebaikan kita yang
akan menjadi ahlak”
Jika ahlak kita baik
maka “iman”(kepercayaan) kita baik dan begitu juga sebaliknya, yang menegaskan
bahwa pasangan yang menikah dengan “iman” yang berbeda maka “ahlaknya” pun
berbeda.
Dan itulah jawaban
kalian yang tersakiti oleh pertanyaan “Kapan Nikah?”, faktor terpenting adalah "waktu
dan pasangan", dan beruntunglah bagi kalian yang sudah mendapatkan kedua faktor
tersebut.
“Jangan
terlalu asik dengan dunia ini yang hanya nilainya tidak lebih dari sayap nyamuk”
Sekian penjelasan dari
saya, untuk kalian yang masih belum menikah dan dihantui dengan pertanyaan
seperti ini, maka dengan membaca artikel ini kalian mengerti jawabannya dan
hidup kalian akan tentram, dan bagi kalian yang membaca memiliki teman yang
hidpunya menderita karena pertanyaan ini, bisa kalian “share”kepada teman-teman
kalian agar hidupnya bisa tentram dan kalian mendapatkan kebaikan dari setiap
huruf yang di baca teman kalian,
And
terus ikutin artikel-artikel saya yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan
dalam hidup ini yang susah di jawab dan membingungkan.





Luar biasa sekali, semoga bermanfaat yaa😊
BalasHapusCukup memberi wawasan
BalasHapusGood information☺
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKeren..
BalasHapusKeren..
BalasHapus